Senin, 13 Agustus 2012

Arboretrum Sumber Brantas


Taman Raksasa Untuk Anak Cucu


Suatu saat, tiga buah hati saya, Ananda Alma Bella Wicaksono,Aura Putri Wicaksono dan Safiyya Nareswari Wicaksono, harus saya ajak datang ke tempat ini. Arboretrum Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji, menjadi pilihan menarik ketika liburan. 

Anak-anak saya harus tahu bahwa sungai Brantas yang membelah Jawa Timur itu berhulu di balik taman raksasa itu. Mereka pun juga wajib memahami konsep sederhana mengenai pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Sehingga pada saatnya, anak-anak kecil itu bakal tumbuh menjadi kupu-kupu yang menghargai alam. Dan bersanding dengan manusia lainnya untuk sama-sama hidup sebaik-baiknya manusia.


Kawasan yang sangat teduh itu, berada di bawah Gunung Anjasmoro dekat areal pertanian sayuran kentang Jurang Kuali. Kawasan itu dilengkapi sekitar 3.600 jenis pohon, yang ditata sedemikian apik bak taman raksasa.
 
Arboretrum merupakan taman yang dikeliling sungai kecil yang airnya berasal dari Sumber Brantas. Lokasinya di pinggir hutan kawasan Gunung Anjasmoro, dinaungi berbagai macam pohon. Untuk pendidikan, masyarakat bisa melihat dengan dekat berbagai macam jenis pohon yang tumbuh di sini.
Lokasi ini pun dilengkapi kantor, yang dijaga oleh seorang pegawai honorer. 
Kawasan konservasi sumber air itu, dibawah naungan Perum Jasa Tirta 1 berkantor di Kota Malang. Sejatinya, lokasi ini memiliki cottage yang bisa disewakan, hanya saja saat ini pembangunannya masih belum selesai.
Namun di balik polesan tersebut, sebenarnya fungsi arboretrum adalah untuk belantaranya pohon penaung sumber air. Arboretrum, tempat tumbuhnya berbagai macam pohon menjaga kelangsungan sumber air. Di samping itu, fungsinya juga sebagai sarana pendidikan lingkungan bagi masyarakat.
Di Jawa Timur, fungsi Arboretum Sumber Brantas sangat penting, yakni untuk menjaga kelangsungan hulu Sungai Brantas. Sungai Brantas sendiri mengaliri Kota Batu, Kota/Kabupaten Malang, Blitar, Kediri, Jombang, Mojokerto, bermuara di Selat Madura.
”Sungai Brantas ini menjadi sumber penghidupan rakyat Jawa Timur, karena airnya selain untuk pertanian juga menjadi sumber energi listrik,” ujar Miseri.
Miseri, telah mengabdi sebagai pegawai honorer Perum Jasa Tirta 1 sejak dibangunnya Bendungan Karangkates. Dia paham betul fungsi arboretrum. Selaku penjaga, dia bertugas melestarikan pohon di kawasan arboretrum termasuk yang baru ditanam dalam program penghijauan.

 Karena itu dia mengajak masyarakat, untuk terus melakukan penghijauan agar air sebagai sumber kehidupan terus terjaga. ”Kalau mau menginap di sini boleh, namun harus izin kantor pusat. Dan biasanya pengunjung yang menginap untuk kepentingan penelitian,” ujarnya.
Sesuai data PJT 1, lokasi Arboretum Sumber Brantas semula diperuntukkan sebagai lahan pertanian sayur oleh penduduk atau petani setempat. Kemudian dilakukan rehabilitasi mata air Sumber Brantas, tahun 1982.  dilanjutkan pembebasan lahan seluas  ± 11 Ha pada tahun 1983, melalui ganti rugi oleh Proyek Brantas. Dan pada tahun 1995 ada tambahan lahan seluas ± 1 Ha lewat ganti rugi oleh Perum Jasa Tirta I hingga dengan pembangunan dan penanaman pohon.

Nama Arboretum Sumber Brantas, diberikan oleh Menteri Kehutanan RI (Ir Hazrul Harahap) ketika berkunjung ke kawasan itu pada tahun 1989. Untuk pengembangan berkelanjutan Sumber Brantas, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 631 tahun 1986 dan surat keputusan Gubernur Jawa Timur No.63 tahun 1988, yang mengatur kawasan mata air Sumber Brantas sebagai daerah suaka alam dalam wilayah tata pengairan Sungai Brantas.

Kini jenis tanaman yang ada mencapai 3.200 pohon, terutama tanaman keras penaung sumber air. Di antaranya ada kayu manis (Cinnanonum burmani), kayu Putih (Eucalyptussp), Gagar (Fraxinus griffiti), Cemara Duri (Araucariasp), Cemara Gunung (Casuarinajunghuhniana), Kina (Chinchona sp ) dan Cempaka/Locari (Michelia champaka).(tulisanku dari www.kotawisatanews.com